Showing posts with label GOD SECTION. Show all posts
Showing posts with label GOD SECTION. Show all posts

Sunday, May 12, 2019

peran Roh Kudus

Bulan Mei adalah bulan peringatan kenaikan Isa Almasih dan disusul dengan peringatan turunnya Roh Kudus. Kebetulan saya dapat ayat ini dari sebuah buku yang ditulis Andrew Wommack. 

Ayat ini adalah ucapan Yesus kepada kedua belas muridNya, ketika sudah dekat hari kematianNya. Judul perikopnya Pekerjaan Penghibur. Kita tahu bahwa Penghibur disini adalah Roh Kudus.

Ayat 8 dulu saya mengertinya peran Roh Kudus adalah mengingatkan kita akan dosa supaya kita hidup kudus. Misalnya ketika kita ingin berbohong tiba-tiba ada suara di hati kita yang berbisik hayo jangan berbohong. Jadi kayak alarm gitu ya hehehe...

Tapi kalau dibaca ayat 9 nya, dosa yang dimaksud disini cuman satu, yaitu tidak percaya kepada Yesus. Bukan perbuatan dosa seperti berbohong, mencuri dan semua hukum yang tertulis di Alkitab. Saya tidak mengatakan bahwa berarti berbuat dosa nggak papa lho ya, bukan itu poinnya.

Kalau saya renungkan lebih lagi, akar segala dosa itu adalah tidak percaya pada Yesus. Hah, gimana tuh maksudnya? Coba deh renungkan, kenapa kita mencuri? Karena kita tidak percaya bahwa Yesus sanggup memenuhi kebutuhan kita, sudah memberkati kita, sampai-sampai kita harus mencuri. Kenapa kita berbohong? Karena kita tidak percaya bahwa Yesus sanggup menyelesaikan persoalan kita, jadi kita bisa jujur aja, nggak perlu bohong. Intinya kita lebih percaya dengan kemampuan kita, pengertian kita sendiri daripada percaya pada Yesus. 

Jadi disini arti kata percaya itu lebih dalam daripada percaya Yesus seperti pada waktu awal pertobatan kita ya. Percaya disini berarti mempercayakan seluruh hidup kita pada Yesus.

Kalau direnungkan lebih dalam lagi, kenapa kita bisa tidak percaya Yesus? 

Semua orang percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara, semua hal ajaib yang di luar pikiran manusia. Tapi masalahnya tidak semua orang percaya bahwa Tuhan MAU melakukan perkara ajaib itu untuk kita. Kenapa? Karena kita sering mengukur kemauan Tuhan dengan kebenaran kita sendiri. Jadi ketika kita sadar kita salah, mungkin tanpa sadar kita jadi urung meminta pertolongan Tuhan, dan lebih memilih cara kita sendiri. 

Padahal Tuhan itu nggak gitu lho guys :-) Yesus itu bukan Allah yang baperan, yang mudah marah, mudah menghukum, ngambekan, ketika kita melakukan kesalahan. Nggak cucok karakter Tuhan yang baperan dengan Yesus yang merelakan nyawaNya untuk menebus kita, ketika kita masih berdosa. Bukan ketika kita sudah bertobat baru Yesus rela mati menebus kita lho, tapi ketika kita masih berdosa. Yesus itu gambaran Bapa yang penuh kasih, yang tanganNya selalu terbuka siap menerima dan menolong kita. 

Jangan percaya tipu muslihat iblis yang berusaha mendiskualifikasi kita di hadapan Tuhan. Kepada kita yang telah diangkat jadi anakNya, Tuhan itu bukanlah seorang hakim, tapi justru imam besar. Tugas seorang imam besar pada Perjanjian Lama adalah mewakili bangsanya untuk berdiri di hadapan Tuhan, dengan membawa korban persembahan. Dan korban persembahan nya adalah darah Yesus sendiri. Jadi Yesus itu selamanya ada di pihak kita. Yesus adalah imam besar dan korban tebusan kita. Baca deh di kitab Ibrani.

Dan ini nyambung dengan dua poin setelahnya, kebenaran dan penghakiman. 

Roh Kudus mengingatkan kita akan kebenaran, sebab Yesus sudah kembali kepada Bapa. Kayak yang nggak nyambung ya. Apa hubungannya kebenaran dengan Yesus yang sudah naik ke Sorga? 

Dalam sistem pengadilan, ketika ada orang divonis bersalah dan dipenjara maka ketika dia keluar dari penjara, bebas dari penjara setelah masa hukumannya selesai, di mata hukum berarti dia sudah tidak bersalah lagi, sudah bayar lunas semua kesalahan dia. Jadi sekarang statusnya adalah orang benar, tidak bersalah. 

Yesus mati menggantikan kita, darahNya membayar lunas semua dosa kita. Dan Dia bangkit terus naik ke Sorga, menunjukkan bahwa status kita sekarang adalah orang benar. Harusnya kita yang dipenjara dan dihukum tapi digantikan oleh Yesus. Dan Yesus menyelesaikan semua tuntutan dosa kita, seharga nyawaNya sendiri. Setelah Yesus menerima semua hukuman kita, Yesus bangkit dan naik ke Sorga. Jadi kita tidak bisa dituntut lagi. Itu maksud dari kebenaran. Kenyataan bahwa Yesus ada di sebelah kanan Bapa menunjukkan bahwa kita sudah dibenarkan oleh Bapa. 

Yang ketiga adalah penghakiman. Penghakiman disini bukan penghakiman akan dosa-dosa kita. Roh Kudus tidak akan menghakimi kita ketika kita jatuh dalam dosa. Buat apa? Kan semua dosa kita sudah dibayar lunas oleh Yesus. Dosa masa lalu, masa kini dan masa depan. Yesus mati sekali untuk selamanya, untuk menebus dosa seluruh dunia. Sangat berkuasa sekali darah Yesus itu.

Roh Kudus mengingatkan kita akan penghakiman karena penguasa dunia ini telah dihukum. Iblis adalah penguasa dunia ini sejak Adam jatuh dalam dosa dan dia sudah kalah, sudah dihukum. Dia sudah tidak punya kuasa lagi atas kita. Tapi dia pinter banget bohong, tukang intimidasi yang jago, makanya dia terus membisikkan suara-suara penghakiman di pikiran kita supaya kita jadi tidak percaya bahwa Yesus selamanya di pihak kita. Kalau kita percaya bisikan iblis, udah deh kita kalah. Babak belur di dunia ini :-)

Lihat kan bahwa ketiga hal ini berkaitan dan sangat besar pengaruhnya pada kita. Puji Tuhan ada Roh Kudus yang akan selalu mengingatkan kita, menolong kita.



 

Saturday, May 11, 2019

pengalaman pertama anak rawat inap di RS part 2

Setelah kejadiannya lewat, kalau saya renungkan kembali, banyak sekali hal yang bisa saya syukurin. Dan itu bukti bahwa perlindungan Tuhan menyertai kami terus. 

Saya baru sadar kenapa Ola susah makan dan mimisan (tanpa sengaja). Seandainya Ola nggak begitu maka saya nggak akan bawa ke puskesmas untuk diinfus, dan nggak akan ketahuan kalau DBD, dan mungkinnnn sudah terlambat untuk ditangani. Puji Tuhan banget kan? 

Padahal itu dua hal yang sempat saya keluhkan ke Tuhan. Saya minta Tuhan membuat Ola jadi nafsu makan karena saya nggak bisa membuat dia nafsu makan, nggak bisa paksa juga. Lha kok tumben saya nggak ngeluh dan protes hehe... saya percaya itu pertolongan Roh Kudus. Meskipun saya sempet marah-marah ke Ola sih, tapi untunglah Tuhan baik :-)

Satu hal lagi yang perlu disyukurin, kasur tempat Ola dirawat itu spotnya paling luas di antara yang sekamar dengan Ola di kelas III bagian anak RS Advent. Lebih asiknya lagi tertutup rapat dengan tirai putih, sangat privasi. Beda banget dengan di puskesmas yang terbuka sekali. di RS Advent, Ola terpaksa harus memakai pispot karena hidungnya dipasangin oksigen sejak dari IGD. Jadi dejavu merawat Ola bayi hahaha... kok ya pas kebeneran Ola mencret pula hari Sabtunya itu. Bonus dah haha... 

Kebetulan juga Ola udah selesai mens beberapa hari sebelum itu. Susternya sampai bilang wah untung bu, bisa pendarahan atas bawah kalau kondisinya kayak gitu. Karena DBD itu belum ada obatnya, hanya bergantung pada kekebalan tubuh dan harus banyak minum. Kalau sampai kurang minum bisa terjadi pendarahan, dan kalau udah pendarahan biasanya susah berhenti, akhirnya harus ditransfusi darah. Kebanyakan kasus DBD yang akhirnya meninggal itu karena telat penanganannya. 

Lah kasus Ola ini malah awalnya dikira tipus, nggak nyangka kalo DBD. Karena hasil tes darah awal trombositnya 383.000 hasil dari Ola rajin minum jus jambu merah dan pocari sweat. Untung Ola nurut lho, biasanya nggak nurut hehehe... Trombosit awal 383.000, trus jadi 90.000 jauh banget kan dropnya. Kalau denger orang lain ada yang sampai di bawah 10.000 ngeri juga ya

Waktu awal demam sebetulnya saya udah feeling jangan-jangan DBD. Saya udah ngobrol ama Ola untuk tetep makan dan minum banyak. Lebih enak DBD karena masih boleh makan bebas, kalau tipus kan makannya harus diatur dan harus bedrest total. Tapi masukan dari saudara jangan-jangan tipus karena melihat demam nya sampai keringat dingin, menggigil, sehingga akhirnya makanannya mulai dijaga dan stop jus jambu merah, angkak dan sari kurma. Buat jaga-jaga, takut kena usus. Ganti jadi kapsul cacing tapi cuman berhasil masuk sedikit. Tapi untungnya Tuhan jagain, nggak sampai telat penanganan.

Puji Tuhan juga kami dikelilingi keluarga yang support dengan baik. Kakak ipar saya siap mengantar jemput dengan mobil. Sempat gantian jaga Ola waktu di puskesmas waktu Jumat pagi. Dan dia yang melihat secara langsung tragedi Ola mimisan itu. Ada nenek Ola yang bantu menyediakan makanan untuk kami dan juga menjaga Zac selama ditinggal. Zac juga kooperatif dan udah sembuh betul dari campaknya. 





Yang paling saya syukurin adalah kekuatan dari Roh Kudus selama melewati kejadian itu. Kalau bukan Roh Kudus nggak mungkin saya bisa sabar, damai, tenang, nggak panik dan nggak mengeluh apalagi sampai marah. Apalagi sejak awal dengan dua anak di samping kanan kiri yang sedang demam membuat saya kalau malam selalu bangun memeriksa suhu tubuh mereka. Meskipun di pikiran saya sempat terlintas untuk protes dan mengeluh ke Tuhan tapi Roh Kudus yang mengingatkan di hati saya untuk fokus ke Firman Tuhan.  

Saya percaya bahwa sakit penyakit bukan dari Tuhan. Yang mencuri, membunuh dan membinasakan itu iblis, dan dia bekerja tanpa henti berjalan keliling mencari orang yang dapat ditelannya. Saya tidak bilang bahwa ketika sedang dalam pencobaan berarti kita sedang dalam kuasa iblis, sama sekali tidak. Pencobaan boleh datang dan pergi karena kita tinggal di dalam dunia yang ada dalam kuasa iblis. Tapi... Puji Tuhan, kita bisa pegang teguh janji Tuhan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita.

Ketika sedang mengalami pencobaan tak penting untuk mencari apa sebabnya, apa maksudnya. Allah itu Roh dan iblis juga roh, sedangkan kita di alam fisik. Kita nggak paham apa yang terjadi di alam roh. Dan kadang-kadang rasa ingin tahu itu bisa 'membunuh' kita haha... atau bisa dipake oleh iblis untuk menghembuskan kekecewaan pada Tuhan. Seperti Ayub yang bertanya terus ke Tuhan kenapa dia harus mengalami semua musibah (yang sangat berat) itu padahal dia benar, tidak melakukan kesalahan apapun. Tidak ada yang salah dengan Ayub tapi jawaban Tuhan seolah-olah mengatakan bahwa biarlah itu jadi misteri karena otak manusia itu nggak sanggup untuk memahami semuanya. Yang penting semua dalam kontrol Tuhan dan pasti mendatangkan kebaikan bagi anak-anakNya.

Yang jauh lebih penting adalah tetap teguh pada janji Tuhan bahwa Ia sangat mengasihi kita dan selalu beserta dengan kita, apapun kondisi kita. 

"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5b)



Seperti Daud yang menguatkan kepercayaannya pada Tuhan ketika sedang dalam titik terbawah hidupnya (1 Samuel 30:6). Bahkan dalam Mazmur 23 dia menulis 

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mazmur 23:4)
Daud tahu bahwa mengikut Tuhan bukan berarti semua jadi indah, tidak akan mengalami hal yang tidak mengenakan makanya dia berkata 'dalam lembah kekelaman'. Tapi dia bisa tidak takut bahaya sebab dia tahu Tuhan selalu besertanya. Daud mengenal Allahnya.

Gada dan tongkat di tangan seorang gembala berfungsi untuk melindungi kawanan dombanya. Gada untuk memukul hewan puas yang mau memangsa domba, sedangkan tongkat untuk menuntun domba berjalan dan mengangkat leher domba ketika domba jatuh kedalam jurang. Dulu pengertian saya tentang ayat ini gada dan tongkat itu untuk mengajar saya, dan yang terbayang malah hal yang menyeramkan haha... Tapi ternyata salah, kebalikannya justru. 

Saya ingat ayat-ayat ini yang terus saya ucapkan ketika saya melewati peristiwa itu. Saya menolak semua pemikiran negatif yang berusaha menghakimi saya, yang berusaha membuat saya merasa tidak layak untuk meminta dan menerima pertolongan Tuhan. Semua karena pertolongan Roh Kudus yang menguatkan iman saya. Dan sungguh menjadi kekuatan.


 

Monday, October 09, 2017

Hubungan suami istri menurut Alkitab

pernikahan Kristen
Di Alkitab, ayat yang paling terkenal tentang hubungan suami dan istri adalah di Efesus 5 dan Kolose 3. Bunyinya juga sama yaitu
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
Dalam satu pertemuan COOL keluarga muda, ada diskusi yang menarik. Sebenarnya, lebih dulu mana sih suami mengasihi istri atau istri tunduk duluan ke suami? Pertanyaannya jadi kayak pertanyaan duluan mana ayam atau telor ayam ya? wkwk... Waktu diskusi, banyak pendapat ternyata, dan menurut saya ada dua pendapat yang menarik dan ingin saya tuliskan di sini.

Wednesday, April 14, 2010

Renungan Proverbs 31 Woman

Hari ini, seperti biasa, buka laptop en cek email...
Email yang menarik untuk langsung dibaca adalah email dari Proverbs 31 Ministries. Kebetulan saya emang subscribe untuk menerima postingan terbaru dari blog mereka.

Proverbs 31: Encouragement for Today

Ayat mas hari ini:

"I discipline my body like an athlete, training it to do what it should. Otherwise, I fear that after preaching to others I myself might be disqualified." I Corinthians 9:27 (NLT)

Dan itu juga yang menjadi pergumulan saya hari-hari ini. Waktu saya baca renungan itu, kayak yang Tuhan sendiri ngomong ke saya :D
Abis baca itu saya mampir ke salah satu link blog yang ada disitu http://wendypope.blogspot.com/
renungan terbaru yang ada disitu judulnya 'What pleases God?'

"What is more pleasing to the LORD: your burnt offering and sacrifices or our obedience to His voice? Listen! Obedience is better than sacrifice and submission is better than offering the fat of rams." 1 Samuel 14:22

Saya suka gaya blog Wendy Pope. Dia selalu membagi tulisannya dalam 3 bagian. Something Odd, Something New dan Something To Do. Praktis ya? hehehe...

Something to Do:
Stop giving God excuses and just obey Him, eliminate the obedience clause.

Matthew Henry
"Repentance is not a change of mind, it is a change of method.

"It is much easier to bring a bullock or lamb to burned upon the altar than to bring every high thought into obedience to God t0 make our will subject to His will."

Saya setuju dengan Wendy Pope. Saya setuju juga dengan Marybeth Whalen yang menulis renungan Proverbs 31 Ministries hari ini. Doa mereka juga menjadi doa saya, since today

Dear Lord, I know that doing the right thing is not usually the easy thing. Help me to follow Your ways and not my own. Help me to commit to the changes I know I need to make in my life. And let me feel You guiding and encouraging me every step of the way. In Jesus' Name, Amen.

Friday, November 13, 2009

When I say that I love you - by Franky Sihombing



Lagu favorit sejak album VOG ini pertama kali keluar, waktu kuliah dulu.
Tiap kali denger lagu ini, terharu, betapa dalamnya Kasih Tuhan buat saya.
Sampai sekarang pun masih terharu.... Thank you Jesus...

You feel that you're lonely
it doesn't prove that you are alone
You feel that nobody wants you
it doesn't mean, that no one cares about you

Listen to the word I say
for I will always be by your side...
you mean everything to Me
and I will never leave you
cause I love you so...

Monday, November 09, 2009

OLA sakit beruntun!!

Heran! Surprise! Aneh! dan...sebelllll banget!!

Udah sebulan ini kurang lebih, OLA sakit beruntun. Kronologisnya begini nih:

  • sakit infeksi saluran kencing
  • batuk pilek
  • infeksi saluran kencingnya kambuh lagi
  • sakit gigi

Hari Jumat sembuh sakit A, sabtu nya sakit B. Jumatnya sembuh sakit B, sabtunya sakit C.

Apa gak kesel tuh??? sakitnya tuh bisa ngepas, pas weekend, pas dokter pada tutup.

Sebagai mamah sedih banget, dan cuman bisa nanya ke Tuhan. Tuhan Yesus, ada apa ini? Sakitnya pindahin aja ke saya, Tuhan, jangan ke OLA. Kalo ada yang gak beres, tolong tunjukkin. Tolong sembuhkan OLA.

Tuhan gak langsung jawab sih, tapi saya diingetin satu ayat, Roma 12:12

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa!

Mungkin ini cara Tuhan buat ngajar saya jadi sabar, dan lebih sabar lagi. Dan
menurut suamiku, sabar itu bukan cuman jangan marah, gak berkaitan dengan emosi.
Kalo gak marah, itu namanya pengendalian diri, bukan sabar. Tapi sabar itu
berkaitan dengan waktu, sabar menunggu. Sabar dan pengendalian diri itu masuk
dalam buah Roh, seperti tertulis di Galatia 5:22-23

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Menjelang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, sepertinya Tuhan "memaksa" anak-anakNya untuk cepat bertumbuh dan matang, dewasa rohani. Kalo lagi sharing di COOL, banyak temen-temen yang ngalamin "kesesakan" juga, tiap orang beda-beda. And the great news is Tuhan mengajar kita personalized, spesial, satu-satu, one-to-one, gak disama ratain.

Seperti saya ama kakak ipar saya, kejadiannya sama. Anaknya sakit beruntun, anaknya dua malah. Jawaban yang diberikan Tuhan ke kakak ipar saya di Ayub 1:9

Lalu jawab iblis kepada Tuhan: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?
Tuhan lagi mendidik kakak ipar saya tentang kesetiaan. Sementara untuk saya, Tuhan lagi mendidik kesabaran. Beda jauh ya? Padahal peristiwanya sama. Ya itulah Tuhan Yesus, He is so cool!! Dia sangatttt mengenal anakNya, satu-satu.

Oya, tipsnya kalo lagi ngalamin "kesesakan"

  • tanya ke Tuhan, maksudnya apa
  • mengucap syukur
  • pegang janji Tuhan dan perkatakan

Makanya penting banget tuh buat apal janji Tuhan, dan lebih penting lagi adalah PERKATAKAN. Sebab kuasa perkataan itu besar sekali. Untuk mengklaim janji Tuhan buat kita, untuk menguatkan hati dan iman kita, untuk melawan musuh dan banyak lagi.

Dan selalu ingat Roma 8:28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah

Next time diceritain deh kebaikan apa yang datang setelah kesesakan ini ^_^

God bless !!

Tuesday, September 22, 2009

Panduan saat teduh


Mulai bulan ini, saya memakai buku catatan saat teduh. Biasanya saat teduh dari Our Daily Bread, dan nggak pernah dicatet. Trus saya nemu semacam panduan buat belajar Alkitab pas lagi saat teduh. Bisa didownload free kok, disini.

Beneran ngebantu lho, merefleksikan Firman Tuhan yang lagi dibaca kedalam hidup sehari-hari. Cobain deh kalo gak percaya.

Tuesday, August 04, 2009

God did heard my pray

Udah dari minggu kemarin OLA mogok sekolah. Dari rumah sih bilang mau ke sekolah, tapi begitu sampai di gerbang sekolah langsung ngandat, yang ngumpet dibelakang saya lah, yang minta gendonglah, dan gak mau ditinggal. Saya sampe harus nemenin masuk ke kelas, jadi anak playgroup hehehe... Gak tau alasannya, pokoknya sempet bikin saya tertekan. Soalnya dua minggu pertama OLA mau masuk kelas, dan bisa ditinggal, gak nangis. Meskipun didalem lebih asik maen sih daripada belajar hehehe...tapi setidaknya masih ada harapan buat OLA nantinya bisa penyesuaian sekolah. Eh gak taunya masuk minggu ketiga lha kok malah gini...

Sedih banget rasanya...dan bingung mesti ngapain. Bisanya cuman doa, curhat ke Tuhan. Tapi kok seperti tidak dijawab, sampai puncak stressnya pagi tadi. Kebetulan gereja GBI tuh sebelahan ama sekolah OLA, dan disana ada rumah-rumah kecil buat doa. Jadi sembari nungguin OLA pulang, saya kesitu. Curhat habis-habisan ke Tuhan hehehe...

Saya tuh pengennya OLA punya semangat belajar dari dalam dirinya sendiri, dan kayak spons yang nyerep air, OLA senang dan cepat menyerap pengetahuan dan kebenaran. Tapi dari sejak kecil sampe sekarang tuh diajarin warna, huruf ama angka tuh kok gak masuk-masuk, jadi sebellll rasanya...cape! Kalo ngeliat anak lain udah pada tau, malah udah ngerti bahasa inggrisnya segala. Sedihlah pokoknya. OLA tuh kayak yang cuek kalo diajarin.

Pas pulang sekolah, OLA diluar kelas, maen sendiri. Temen-temennya belajar di kelas. Hmmm... ya udahlah, pasrah aja ke Tuhan. Seperti biasa saya nanya ke Miss Yona, gurunya OLA. Jawaban Miss Yona betul-betul mengagetkan.

Menurut Miss Yona, OLA masih gak mau masuk ke kelas, pengennya diluar. Tapi mau belajar kok. Malah lebih bagus daripada temen-temennya. Mewarna udah bisa, menggambar garis lurus-lengkung udah bisa, menempel juga udah bagus. Semuanya dikerjain sendiri. Miss Yona cuman bawain buku OLA, trus nunjukkin cara ngerjainnya trus ditinggalin ke kelas ngurusin anak yang lain. Pas dicek lagi, udah beres dan hasilnya bagus. Tapi emang maunya belajar sendiri, gak mau di kelas. Mungkin OLA takut diatur-atur kalo masuk ke kelas, gak boleh maen, takut suasana kelas yang serba baru.

Bersyukur banget denger kata-kata Miss Yona tadi. Praise God, OLA dikasih guru yang telaten dan sabar, mau ngajarin private lho. Sepertinya doa saya tadi pagi di rumah doa dijawab ama Tuhan. Apalagi pas buka blog, baca Motivation for Moms: "Each child is individual; pray that GOD will help you in developing that individual character". Duhhh...trenyuh deh bacanya.

God help me...kasih tau gimana cara paling efektif ngajarin OLA mengenal huruf, angka dan warna. Please God, kasih tau caranya ngajarin OLA supaya senang belajar dan menyerap pengetahuan dan kebenaran dengan cepat. In Jesus's name i pray, amen.

Sunday, July 12, 2009

Ibadah di Lembang

Hari ini ke GBI Lembang. OLA gak sekolah minggu, bangun kesiangan ^-^ Puji Tuhan, aku bisa ikut ibadah full, biasanya mesti ngasuh OLA diluar. Kebetulan ada Jeremy yang bersedia 'mengasuh' OLA hehehe...makasih ya Ko.

FT nya dari Yohanes 15:16
"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu"

Yang menarik ada ayat tambahan di Yohanes 6:65 & 44
"Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepadaKu, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya"


"Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman"

Jadi kesimpulannya, kalo kita berdoa buat keselamatan keluarga atau teman kita, mintanya harus ke Bapa donk, soalnya Bapa yang mengaruniakan keselamatan kepada manusia. Sedangkan Yesus adalah jalannya. Kalo seseorang gak percaya Yesus, gak mungkin diselamatkan soalnya jalannya cuman lewat Yesus aja. Jadi sekarang doanya diganti hehehe...

Pas udah kelar ibadah, OLA ternyata lagi maen pasaran.



sapa mau rujak rumput bikin OLA?

Sunday, July 05, 2009

Ibadah di ICC

Hari ini, ibadah di ICC (Inspiring Church Community) di Hotel Novotel, Bandung. OLA dititipin ke Linda, adiknya Fery, soalnya kalo diajak malah aku gak ibadah, jadi ngasuh OLA hihi...

Khotbahnya merema banget euy. Dari Efesus 5:15-17
"Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan"

Kita itu harus melakukan evaluasi terhadap kehidupan kita. FT bilang kan perhatikanlah dengan seksama, artinya evaluasi. Apakah hidup kita udah benar di mata Tuhan? Sebagai istri/suami, sebagai ortu, sebagai anak, sebagai karyawan/boss dll. Kita perlu bertanya ke orang-orang di sekitar kita, bagaimana pandangan mereka terhadap kita. Kita menganggap diri kita baik, tapi kan belom tentu orang lain juga menganggapnya demikian.

Menurut Ko Chandra, ada 5 pilar di hidup kita yang saling mempengaruhi satu sama lain. Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama. Semua aspek itu harus dievaluasi, karena harus seimbang. Kalo berat sebelah, bisa berbahaya buat hidup kita keseluruhan.

Harus dihafalkan nih ayat, biar inget terus, supaya memperhatikan hidup dengan seksama dan mempergunakan waktu dengan benar. Soalnya masih ngaco nih...help me Lord...

Friday, May 08, 2009

Shooting di TV

Kemaren, tgl 7 Mei 2009, Fery, my hubby, diundang shooting di Global tv, acara Narsis.tv
video kiriman Fery masuk nominasi
yang judulnya Bayi Jenius ama Rihana Rihani
saya ikutan hehehehe...pengen tau shooting di tv tuh kayak apa sih

Disuruh dateng jam 3, kami berangkat dari bandung jam 11
karena belom tahu daerahnya, jadi berangkat sedikit lebih awal
Berangkat ber-7
Si Bayi Jenius nya diajak, plus orang tuanya en kakaknya (pake mobil mereka)
Seperti biasa kalo di Jakarta, langsung berkeringat, lengket, tak nyaman
apalagi OLA

nyari-nyari alamatnya sebentar, langsung ketemu studio Global TV
lumayan besar studionya
Datang jam 3, baru shooting jam 7 !!
MC nya aja baru datang jam 5
Ketemu banyak artis hehehe...
ada Fitri Tropicana, Edrik Extravaganza, Deswita Maharani, RAN, Vindi ama Lila
oya pas di panggung ngeliat ada si Kambing Jantan juga
kepengen foto-foto tapi maluuuu...jadinya gak jadi deh
sebetulnya sih ada request disuruh motret RAN, tapi personilnya selalu terpisah melulu

Suamiku ternyata cukup terkenal juga di studio Global TV hahahahaha...
setiap ketemu kru Narsis.tv mereka mengenali suamiku
cukup eksis juga hehehehe...senang atau...?
soalnya suamiku sering banget upload video ke Narsis.tv
jadi ketauan deh narsisnya hehehehe....
gampang banget sih caranyabuka aja webnya, trus upload videonya

Pas shooting, diriku tidak ikutan, sebab harus ngasuh OLA
Fery harus duduk di bangku depan penonton
bersama para nominator yang laincukup banyak yang datang
Diriku hanya bisa berdiri di belakang, menyaksikan shooting TV tuh kayak apa
cepat ternyata, karena koordinasinya baik sih

Video Bayi Jenius ternyata tidak menang
berdasarkan voting, nomor 2
aaaaahhhh udah lemes deh, aduh cape ke jakarta ternyata kalah hehehe
gak berhasil bawa uang 2,5 juta

Tapi ternyata....
video Rihana Rihani masuk juga jadi nominasi
padahal baru hari Minggu, 3 Mei kemarin menangnya di acara mingguannya
kirain bakal masuk ke Award bulan berikutnya
Ternyata video itu yang menang !!!
dan hadiahnya boooo... 5 juta !!!

nggak nyangka banget deh
bener-bener surprise dari Tuhan
terima kasih Tuhan Yesus...
ngasih surprise nya bener-bener bikin merinding deh

Jadi teman-teman....jangan lupa ya nonton Global TV hari Minggu, 10 Mei 2009 jam 09.30
ada suamiku disitu, disuruh nyanyi ama Fitri


Thursday, February 26, 2009

Potty training dalam proses....

Beberapa hari lalu, saya sempet keselllll luar biasa ama OLA.
Gara-garanya sepele sih, OLA ngompol terus. Baru diganti celana, udah basah lagi. Gitu seharian. Bisa abis celana 8 stel.
Awal-awalnya masih bisa sabar, masih bisa bilangin OLA untuk pipis di potty nya yang warna biru cantik nan lucu dan ditaruh di deket pintu. OLA udah bilang okey mama, but she didn’t do it! Argh!!!!!! Berkali-kali pula… sampai akhirnya itu pantat OLA yang lucu dipukul, udah pake tangan ama celana. Saya udah teriak-teriak sangking marahnya. Tapi OLA lempeng ajah tuh, biasa-biasa ajah tuh. Apa nggak kesel?

Akhirnya saya ngadu ke pepehnya, pas sore-sore pulang kantor. Diskusi sana sini. OLA didisiplin. Nggak boleh nonton TV ama film kalo masih ngompol. Senjata pamungkas OLA langsung keluar, nangis merengek-rengek. Nggak tega sih. Tapi apa boleh buat.

Pendisiplinan OLA baru jalan dua hari udah dilanggar J si tetehnya yang ngijinin OLA nonton pas saya tinggalin pergi. Aduh! OLA berhasil merayu si teteh. Oya, sempet juga didisiplin mainan kesayangan OLA diambil. Nggak mempan juga. Wah udah deh, nggak tau mesti ngapain. Cuman bisa lari ke Tuhan. Curhat ke Tuhan.

Abis curhat itu, sekarang setiap hari yang terngiang-ngiang di pikiran saya tuh Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu (1 Korintus 13:7). Kasih itu sabar, murah hati, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu. Ada banyak definisi kasih di 1 Korintus 13 itu, tapi yang terus terngiang-ngiang di pikiran saya setiap hari ya itu, kasih itu sabar menanggung segala sesuatu.

Ayo mama, sabar donk ngegantiin celana OLA, sabar donk ingetin OLA pipis di potty, sabarlah menanggung semua itu sampai OLA bisa pipis en pup sendiri di potty. Jangan marah-marah terus ya mama… iya deh iya…

Monday, February 09, 2009

Tuesday, January 06, 2009

banyak kerjaan

akkkkkhhhh... asisten saya sakit typus, jadi nggak bisa datang beberapa hari. Udah dari hari Jumat kemarin sih, tapi baru ngasih tau kalo sakit typus hari Minggu. Padahal kerjaan RT numpuk hehehe... terpaksa deh kemarin menyingsingkan lengan baju beberes rumah. Nyuci, masak, nyapu, ngepel dll baru selesai jam 12 siang. Yahhh lumayanlah buat olahraga hehehe...

Terpaksa deh schedule kerjaan harus mundur. Padahal udah gatel pengen ganti template blog hehehe... mulai bosen nih. Yahh semoga tetep bisa terkerjain semuanya. Hari ini jadwalnya cuman satu: nyetrika. Mesti dicicil, tumpukan setrikaannya segunung hehehe...

Mesti sengsara (sedikit sih) tapi dinikmati ajahlah. Rasanya puas juga kok kalo ngeliat rumah bersih dan rapi hasil kerja keras sendiri. Daripada ngomel-ngomel malah bikin kerjaan kerasa lebih berat en nggak beres-beres. Salah-salah malah ngejutekkin OLA deh, gawat kan? Mendingan juga bangun pagi-pagi dibawa seneng ajah, biar sepanjang hari happy.

Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta (Amsal 15:15)

Saturday, January 03, 2009

Twilight movie

Saya nonton Twilight 2x... yah karena film romantis sih. Padahal kalo diamatin sebetulnya nggak ada satupun scene adegan romantisnya, tapi kesan yang didapet dari film itu romantis. Saya yakin karena si Edward Cullen is so protective about Bella. Si Edwardnya kan bilang kalo dia nggak bisa menjauh dari Bella, dan hampir 24 jam dia ngawasin en ngejagain Bella terus. Sooooo romantic.... gara-gara romantis itu jadinya nonton 2x deh. Dan mungkin banyak cewek-cewek yang seperti saya.

Padahal kalo dipikir-pikir... bukankah cinta Tuhan ke kita itu sama kayak cinta Edward ke Bella? Tuhan kan selalu ada buat kita, ngejagain kita, merhatiin kita, memelihara kita, 24 jam full. Dia nggak pernah tertidur atau terlelap, and He loves us very much. Bahkan Dia memberikan nyawaNya supaya kita bisa bersama-sama denganNya dalam kekekalan. Dia rela menjadi sama dengan kita, masuk ke dunia manusia, menjadi manusia, untuk kemudian menyerahkan nyawaNya dan menang atas maut. Mengambil segala resiko supaya semua syarat yang dibutuhkan supaya kita ada bersama-sama denganNya di Surga, dipenuhi semua, yaitu tebusan dosa. Karena nggak ada satu orangpun yang layak menerima hidup kekal itu, nggak ada satu perbuatan baikpun yang memenuhi syarat supaya kita menerima hidup kekal dan nggak ada satu tetes darah siapapun atau darah apapun yang cukup memenuhi syarat supaya kita menerima hidup kekal itu, selain dari darah Yesus.
Edward nggak bisa jadi manusia lagi supaya bersama dengan Bella. Edward juga nggak mau ambil resiko menjadikan Bella vampire. But Jesus did. Yesus mengambil segala resiko supaya bisa bersama-sama dengan kita, dalam kekekalan.
What a romantic love, isn't it?

Ibadah Taon Baru

Ibadah taon baru di GBI regency, dapet Firman yang me rema bangettt.
Amsal 29:18 "Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum"
Biasanya ayat ini bicara soal pemimpin yang punya visi, tapi kemarin ayat ini bicara soal resolusi taon baru. Minggu-minggu terakhir taon 2008 saya sempet ngerasa males, nggak ngapa-ngapain ajah, paling maen ama OLA. Males juga buat mikirin resolusi taon baru, padahal biasanya semangat. Hubby juga sama. Mungkin gara-gara resolusi selama 2 taon kemarin belum terwujud sih, pengen punya mobil Karimun hehe...
But kemarin pas ibadah itu ditegur, kalo kita nggak punya resolusi atau tujuan di taon ini, maka kita akan cenderung liar. Nggak ada fokus pada satu tujuan yang benar, jadi semua peluang atau kesempatan dijalani. Jadi liar. Nggak ada kontrol. Makanya setiap orang harus punya resolusi atau mimpi. Dan mimpinya itu harus didasarkan pada hubungan yang benar dengan Tuhan. Seperti waktu masih pacaran, mimpinya itu punya anak berapa, tinggal di mana dll, artinya udah bukan mimpi pribadi lagi tapi mimpi yang melibatkan pasangannya. Nah mimpi kita itu harus kayak gitu, melibatkan Tuhan dalam hidup kita, supaya jadinya benar dan nama Tuhan yang dimuliakan.
Pulang dari gereja, kami berdua akhirnya ngobrol dan bikin resolusi juga. Hubby pengen punya bisnis sendiri, trus punya mobil dan beberapa resolusi lagi. Anak kedua??? hmmm... belom masuk tuh dalam daftar resolusi hehehe... lagian OLA masih belum mau punya adik. Ngeliat saya ngegendong bayi ajah OLA nya ngambek tuh. Resolusinya pengen dibreak down lagi, biar lebih jelas. Masih bergumul dalam doa hehehe...
Ya begitulah... kami mau ngikutin teladan Paulus yang punya motto hidup "Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul." (1 Korintus 9:26)

Thursday, October 09, 2008

Kudus hujan angin badai

Rabu kemarin, di Kudus hujan deras plus angin gedhe. Petir sambar menyambar. Cukup lama juga hujannya sampe menumbangkan pohon akasia gedhe-gedhe di GOR tempat OLA biasa maen motor/mobil. Trus hujan badai juga berhasil menumbangkan papan billboard gedhe di alun-alun.


Kebetulan hari Rabu kemarin itu saya pergi ke Jepara, ketemuan ama 3 temen kos jaman kuliah dulu. Yang 2 udah punya anak, lebih muda dari OLA. Yang 1 lagi belum merit, best friend dari SMA jadi saya kenal keluarganya juga, ketemuannya di rumahnya.


Ngobrol ngalor ngidul kira-kira 2 jam-an (kalo nggak pake "-" artinya jadi beda ya hehehe... 2 jaman), pepotoan sambil nggendong anak masing-masing, kami pun pulang ke Kudus. Macet di jalan soalnya pas lebaran kupat. Jadi kalo di Jawa tuh seminggu setelah Lebaran ada Lebaran Kupat. Semua orang masih saling berkunjung sambil pesta ketupat. Kalo di Jepara, semua orang kayaknya pada maen ke pantai deh, jadi jalan itu seperti lautan motor. Padahal hujan deras lho tetep menerjang. Dasar nenek moyangnya seorang pelaut yang hobinya menerjang ombak dan menempuh badai hehehe... Selama di jalan, papi saya terus-terusan ditelpon ama mami. Ternyata di Kudus hujan badai, listrik padam dan rumah kebocoran, padahal mami ditinggal sendirian masih tergolek di ranjang karena kakinya infeksi.

Sampai di Kudus, kami melihat sisa-sisa hujan badai itu. Jalan berserakan daun dan ranting pohon. Ada sebuah pohon besar tumbang persis di sebelah warung. Nyampe di alun-alun, kaget banget ngeliat papan billboard yang gedhe tumbang. Waktu ngeliat di tipi, baru tau kalo di GOR tempat OLA biasa maen itu, pohon akasia gedhe tumbang dan tembok tinggi rubuh sepanjang berapa ratus meter. Wah serem juga nih! Emang sih di Kudus tuh terkenal ama hujan badainya.

Kemarin itu kami sekeluarga mengalami mujizat Tuhan. Mami yang ditinggal sendirian di rumah baek-baek saja. Bocornya dideket kamar mami tapi nggak sampe masuk kamar. Dan persis setelah hujan berhenti, listrik nyala lagi dan suster perawat mami datang. Kebetulan sepupu saya dari jatim datang, jadi langsung diberesin semuanya.

Papi saya yang nganterin ke Jepara juga ngalamin mujizat Tuhan. Pas lagi mau jalan ke trotoar, tiba-tiba ada motor lumayan kenceng melintas di trotoar. Tuh kalo papi maju selangkah lagi pasti ketabrak dan bisa-bisa masuk RS lho. Pengemudi motornya nggak nyadar kalo ada pejalan kaki yang nyaris dia tabrak, bener-bener aneh.

Puji Tuhan! Tuhan tuh baik ya...
Mazmur 34:8-9 Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya!

Thursday, July 17, 2008

Potty training OLA

Dari umur 9 bulan, OLA sudah dilatih untuk lepas popok, cuman pake celana ajah. Tujuan sih supaya ngirit (hehehe) dan risih juga ngeliat popok bekas OLA yang jadi limbah. Waktu ada yang ngasih kado potty, OLA mulai ditraining memakai potty. Cuman berhasil beberapa kali ajah. Seringnya sih ngompol di tempat. be te banget!!!

Sebetulnya OLA sudah tau kalo pipis atau pup itu di potty, tapi nggak tau ya kok OLA lebih suka buang air di tempat. Aneh. I really don't understand what is in her mind. Kalo ditanya, OLA kalo mau pipis dimana? Jawabannya selalu bener kok. Kalo ditanya potty itu fungsinya apa, OLA juga tau kok. Saya juga ngajarin OLA buang air lewat film Elmo, karena OLA hobi nonton DVD.
Parenting tips soal potty training juga sudah saya praktekkan. But it didn't work!!


Daripada bete keterusan, ya udah sekarang saya nggak terlalu tegang. Mungkin suatu saat nanti OLA akan ngerti dan mau melakukannya dengan benar seperti yang diajarkan mamahnya. Belum klik kali...

Potty training OLA ini ngajarin saya sesuatu tentang hal rohani. Terkadang banyak hal rohani kita tahu, misalnya hafal banyak ayat Alkitab, ngerti kehendak Tuhan, dapat visi dari Tuhan dll dkk dsb tapi kenapa kita masih sering miss dengan itu semua. Seperti OLA yang udah tau kalo pipis dimana tapi masih suka pipis di tempat. Kita udah tau kalo berbuat A adalah dosa tapi masih dilakukan juga.

Tahu banyak ternyata nggak selamanya baik. Lebih baik melakukan banyak. Alkitab bukan cuman untuk dipelajari atau dipahami ajah, tapi untuk dilakukan alias dipraktekkan.
Matius 7:21 bilang "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."

Dan Tuhan Yesus menyamakan seseorang yang melakukan kehendak Bapa dengan seseorang yang bijak yang membangun rumahnya di atas batu karang. Rumahnya tetap kokoh menghadapi badai. Apakah kita termasuk orang yang bijaksana ataukah orang bodoh? Let us do more, tahu banyak itu belum cukup...

Thursday, June 26, 2008

Memasak

Hari ini saya memasak sebab asisten saya sakit. Masak tahu bejek dan perkedel. Sebetulnya rada trauma juga masak perkedel soalnya tiap kali bikin perkedel pasti gagal. Suami pasti komentar kurang inilah kurang itulah, biasalah selalu dibandingin ama bikinan keluarganya yang notabene tukang masak semuanya... hehehe...

Bikin tahu bejek sih gampang. Tahu tinggal dibejek alias dihancurin. Bumbunya cuman bawang merah dirajang, dioseng, masukkin tahunya. Trus tambahin garam ama vetcin dikit atau gula. Masakan kesukaan OLA ama saya.

Mulailah saya memasak sambil memutarkan Elmo buat OLA biar nggak ngegangguin. Karena hati senang, jadi acara memasak jadi fun. OLA begitu tahu saya di dapur lagi masak, langsung menyingsingkan lengan baju mau ... ngegangguin hehehe... pegang-pegang bawang merah, ngeliatin saya motong-motong bawang yah.. akhirnya saya mengungsi supaya OLA nggak ngeliatin soalnya kan mata bisa pedes tho... ikutan ngulek perkedel.

OLA pun minta naik ke meja dapur, pengen liat lebih jelas. Langsung deh matanya meliat telur dan cerewet terus nyebut telur. Hari ini OLA udah bisa nyebut telur dengan benar. Kemarin-kemarin ini belum bisa cuman pake bahasa isyarat, tangannya seolah-olah lagi mecahin telur gitu.

Nggak kerasa masak pun kelar. Waktu hampir jadi semuanya, dalam hati saya berdoa, Tuhan Yesus tolonglah sempurnakan rasanya, biar OLA suka demikian juga dengan suami. Setelah diicip ternyata enak lho rasanya, sama kok dengan perkedel dan tahu bejek yang biasa dimasak di rumah mamah mertua. Wah senangnya hatiku...

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23)

Thursday, June 19, 2008

OLA belajar berkomunikasi

Makin hari komunikasi OLA makin bagus. Banyak perbendaharaan kata baru yang OLA dapet, mengerti dan bisa OLA ucapkan sendiri. Kadang-kadang suka kaget juga kalo denger OLA ngomong sesuatu yang baru. Tapi rasanya senangggggg sekali...

Karena masih terbatas ngomongnya, OLA kadang-kadang suka pake bahasa isyarat. Nah ini yang lucu sekali... kadang-kadang bikin kami ketawa geli en bengong karena nggak ngerti apa yang OLA maksud.

Seperti misalnya OLA udah tau gunting (btw dia juga suka maenin gunting, karena ngeliat mamanya sering pegang gunting kalo lagi kerja, see my craft studio) tapi belum bisa ngomongnya, jadinya OLA suka menggerak-gerakkan tangannya menyerupai gunting.

Mandi, OLA juga sudah ngerti tapi belum bisa ngomongnya, jadi OLA suka memperagakan kalo OLA lagi mandi, menyiram kepalanya dengan gayung air (pura-pura). Trus hmmm... apalagi ya... oya sendok, OLA memberi isyaratnya seperti sedang memakai sendok. Dan masih banyak lagi... lucu deh kalo liat OLA seperti itu.

Hebatnya lagi, OLA juga menggunakannya untuk kalimat. Jadi waktu OLA pengen ngomong sesuatu dalam bentuk kalimat, OLA suka menyisipkan beberapa bahasa isyarat kedalamnya untuk kata-kata yang belum bisa OLA ucapkan. Tambah pusing saya, apalagi papahnya.

Mamahnya aja yang sering berkomunikasi dengan OLA masih sering nggak ngerti apa yang diomongin. Tapi saya senang melihat kemajuan OLA ini.

Dalam hal komunikasi kita dengan Bapa di Surga juga sama. Terkadang dikala hati kita penuh tekanan, banyak masalah, kita sering nggak tau harus berdoa apa, harus ngomong apa ke Bapa. Seringnya cuman air mata yang mengalir tanpa sepotong kata keluar dari bibir. Puji Tuhan, Bapa kita Bapa yang pengertian. Dan ada Roh Kudus yang menolong kita berdoa. Bahkan Tuhan tau apa yang kita maksudkan sebelum kita mengucapkannya.

Saya pernah mengalaminya. Waktu saya bertengkar dengan rekan sekantor dulu, saya nggak bisa berdoa, nggak bisa share ke orang lain tapi hati ini rasanya mau meledak karena emosi yang campur aduk. Saya cuman bisa menangis berdoa, tapi bibir saya nggak bisa mengucapkan kata-kata apapun. Beberapa menit saya seperti itu, sampai akhirnya ada ketenangan hati. Dan besoknya, waktu saya ketemu dengan orang itu, biasa-biasa ajah tuh, seperti nggak ada masalah apa-apa. Saya percaya itu pekerjaan Roh Kudus. Saya bersyukur sekali memiliki Roh Kudus di hati saya.

Roh Kudus itu penerjemah kita. Waktu kita nggak bisa ngomong, Dia yang membantu kita.
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Roma 8:26)